Mau Liburan Saat Ramadan Ke Luar Negeri? Simak Tips Ini!

Bepergian ke luar negeri saat melakukan ibadah puasa Ramadan mungkin akan sedikit membingungkan. Perbedaan jam dan waktu untuk sahur dan berbuka sering menjadi kendala yang cukup besar.

Maka dari itu, dibutuhkan riset mendalam ketika umat Muslim harus melakukan perjalanan ke luar negeri selama bulan Ramadan. Dua awak pesawat berikut ini memberikan tips untuk traveling selama Ramadan:

1. Bawalah paket sahur atau buka puasa darurat

Awak Kabin Penanggung Jawab (CIC) Scoot Juliza Binte Zainal Abidin sangat menyarankan pelancong untuk membawa botol air. Menurut dia, itu akan sangat berguna jika seseorang akhirnya harus makan untuk sahur atau buka puasa saat bepergian karena keadaan tak terduga yang mungkin dihadapi dalam perjalanan. Pelaku perjalanan juga bisa mengemas beberapa makanan ringan yang mudah dibawa seperti kurma, kacang-kacangan, granola atau biskuit kering.

Saran lain yang tak terduga, namun bermanfaat yang dibagikan CIC Juliza adalah membawa pena setiap kali bepergian. “Pena dapat menyelamatkan Anda dari kerumitan mengantri untuk menulis formulir imigrasi Anda di bandara atau Anda bahkan mungkin memerlukannya untuk menuliskan sesuatu yang penting di sepanjang jalan,” kata dia.

2. Persiapkan rencana sebelum melakukan perjalanan

Buatlah rencana yang diperlukan seperti rencana perjalanan yang ringan dan fleksibel. Hal ini bertujuan agar seseorang tidak terlalu lelah dan tuliskan daftar masjid atau tempat salat terdekat dengan akomodasi tujuan. First Officer (FO) Scoot B787 Hafiz Johan memberikan saran untuk memilih maskapai penerbangan yang memenuhi kebutuhan. Carilah maskapai penerbangan yang menyediakan makanan ramah Muslim, namun yang tetap dapat dinikmati, baik untuk sahur maupun buka puasa. Selain itu, perhatikan harga tiket penerbangan, carilah tiket dengan harga yang kompetitif.

3. Ikuti waktu sahur dan buka puasa di negara tempatnya berada

CIC Juliza menyarankan untuk melihat waktu imsak jika seseorang menggunakan penerbangan pendek. Sementara itu, untuk penerbangan yang lebih lama, FO Hafiz menyarankan untuk mengunduh aplikasi perjalanan Islam yang memiliki semua informasi yang dibutuhkan. Mulai dari waktu salat, pencarian lokasi masjid dan banyak lagi. Aplikasi pilihan FO Hafiz adalah AeroWeather, karena aplikasi tersebut secara akurat menampilkan waktu matahari terbit dan terbenam saat sedang bepergian.

Penerbangan yang lebih lama cenderung membuat seseorang berpuasa lebih lama. FO Hafiz memberikan tips yang bisa digunakan. “Secara pribadi, saya akan mengikuti waktu matahari terbenam dari kota terdekat tempat kita terbang, atau mengikuti waktu salat Makkah,” kata dia.

4. Putuskan apakah puasa itu layak untuk dijalankan dalam kondisi tertentu

Dalam Al Quran Surah Al Baqarah disebutkan bahwa puasa tidak diwajibkan bagi orang yang sedang dalam perjalanan. Namun, baik untuk CIC Juliza dan FO Hafiz, mereka berusaha sebaik mungkin untuk tetap mengerjakannya.

“Karena keselamatan adalah yang paling penting saat menerbangkan pesawat, saya biasanya menerapkan kebijaksanaan saya untuk tidak berpuasa saat bepergian, sehingga saya dapat melakukan tugas saya dalam kondisi fisik terbaik saya, kecuali waktunya menguntungkan,” kata FO Hafiz.

Bagi CIC Juliza, meski berpuasa sambil terbang memang menantang, ia mengatasinya dengan fokus pada banyak tugas yang dihadapinya. “Bagi saya, saya lebih suka tetap sibuk, dan untungnya, ada banyak hal yang perlu kami perhatikan. Mulai dari memastikan keselamatan penumpang hingga memberikan layanan berkualitas saat bekerja di pesawat.”

5. Persiapkan diri secara mental dan emosional jika memutuskan untuk berpuasa

CIC Juliza berpesan bahwa ketika keadaan menjadi sedikit sulit, ingatlah selalu pentingnya Ramadan. “Ini adalah pengingat untuk bersabar di tengah masa yang menguras emosi dan mental, untuk mensyukuri apa yang kita miliki, dan memberi kembali kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Bahkan, CIC Juliza sendiri mengakui kalau berpuasa dari waktu ke waktu lebih sulit, apalagi saat sedang dalam penerbangan menuju destinasi favoritnya. “Terkadang saya merasa kecewa karena saya mungkin tidak memiliki kesempatan untuk menikmati makanan khas Korea Selatan selama Ramadan, negeri K-drama yang saya cintai, tetapi pada akhirnya, saya memahami dan menghargai pengorbanan yang kami lakukan selama periode ini. Dan ketika saya keluar sambil aktif bekerja, waktu berlalu dengan cepat, sebelum saya menyadarinya, ini adalah waktu untuk berbuka,” kata CIC Juliza.

6. Raih semangat Ramadan yang sebenarnya selama perjalanan

Bagi mereka yang harus melakukan perjalanan selama Ramadan, termasuk FO Hafiz dan CIC Juliza, merupakan waktu yang cukup sulit. Mereka harus menghabiskan jam kerja yang panjang tanpa makanan atau air dan jauh dari keluarga. Tetapi, pengalaman dan pelajaran unik yang mereka peroleh selama bulan suci membuat mereka terus menghitung berkah mereka. Bagi CIC Juliza dan FO Hafiz, hal ini terkadang terlihat dalam bentuk pertemuan yang bermakna dengan orang-orang di sekitar mereka.

Add a Comment

Your email address will not be published.